Jadwal Puasa Bulan Muharram Tahun 2021 dan Bacaan Niatnya



Rahma Indina Harbani - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 09:05 WIB
 
Foto: iStock
Jakarta - 

Jelang memasuki Tahun Baru Islam 1443 H, umat muslim disunnahkan untuk berpuasa pada bulan Muharram. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam Islam sebagai bulan pertama dalam hitungan kalendar Qamariyah.

Mengutip dari buku Dahsyatnya Puasa Sunah karya H. Amirulloh Syarbini, Hj. Lis Nur'aeni Afgani, dan Ruang Kata, saat itu Rasulullah SAW pertama kali hijrah ke Madinah di bulan Muharram. Sehingga bulan ini dijadikan sebagai awal penanggalan tahun Hijriyah dalam Islam.

Puasa di bulan Muharram bahkan diistimewakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah bersabda:

اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya: "Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah pada bulan Allah yaitu, Muharram." (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, berpuasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa. Jika puasa Ramadhan adalah wajib, maka puasa Muharram hukumnya adalah sunnah. Hadits tersebut bahkan menyebut bulan Muharram juga disebut sebagai bulan Allah (syahrullah).

Berdasarkan kalender masehi, berikut ini jadwal puasa yang bisa diamalkan pada bulan Muharram tahun 2021.

Jadwal Puasa Bulan Muharram Tahun 2021

1. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharram jatuh pada hari Rabu, 18 Agustus 2021;

2. Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram jatuh pada Kamis, 19 Agustus 2021;

3. Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada 13-15 Muharram jatuh pada hari Minggu-Selasa, 22-24 Agustus 2021.

Rasulullah SAW selalu mengerjakan puasa sunnah pada bulan Muharram, utamanya pada tanggal 10 Muharram. Puasa inilah yang disebut dengan puasa Asyura. Sementara itu, puasa yang dikerjakan pada 9 Muharram adalah puasa Tasu'a.

1. Puasa Asyura

Salah satu puasa yang diamalkan Rasulullah pada bulan Muharram adalah puasa Asyura. Menurut buku Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, mulanya saat sebelum Islam datang, bangsa Quraisy selalu berpuasa pada hari Asyura.

Nabi Muhammad SAW pun melakukannya. Sebab itu, Beliau menyuruh umat Islam untuk berpuasa Asyura. Namun lambat laun, keharusan puasa ini bergeser setelah ada kewajiban puasa Ramadhan. Hukum dalam menjalankan puasa Asyura menjadi sunnahSebuah hadits yang menyebutkan keutamaan dari puasa Asyura diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR, Muslim).

Adapun bacaan niat puasa Asyura adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala."

2. Puasa Tasu'a

Melansir buku Khutbah Jum'at dari Taufiq Al Farisi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan puasa Tasu'a untuk membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram.

Sebagian ulama bahkan menggolongkan niat menjadi salah satu rukun ibadah puasa. Berikut ini niat puasa Tasu'a beserta artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita'ala

Artinya: "Saya niat puasa hari tasu'a, sunnah karena Allah ta'ala."

3. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang luar biasa. Disebutkan dalam sebuah hadits Mutafaqun 'Alaih, puasa Ayyamul Bidh nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta'ala."

Itulah puasa-puasa yang bisa diamalkan pada bulan Muharram. Jangan lupa berpuasa ya, sahabat hikmah!

SUPPORT US Dukung admin untuk terus berkarya dan selalu membagikan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.
[Menyalin] kode AMP