Kisah Haru Pria Selandia Baru masuk Islam Di Banda Aceh


Kisah Pria Selandia Baru di Banda Aceh, Masuk Islam dan Menemukan Tujuan Hidupnya
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Shaun Leon Streeter menikah dengan Kiki Wulandari pada 25 Maret 2018 di Musholla Nurul Iman Seutui Banda Aceh dihadiri pihak keluarga dari Selandia Baru 

Sebelum menikah dengan wanita dambaannya, Shaun sempat khawatir menikahi wanita Indonesia lantaran stigma "matre".

Namun, anggapan tersebut justru tidak benar sama sekali. 

"Dulu jujur saya lebih takut, karena saya pikir perempuan Indonesia cari saya buat uang saja, tapi dia (istri Shaun) tidak mau uang, jujur, keluarga dia tolong saya, kalau tidak ada uang dia tolong saya," ucap Shaun membanggakan sang istri.

Shaun Leon Streeter bersama istri Kiki Wulandari
Shaun Leon Streeter bersama istri Kiki Wulandari (SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN)

Bangga Sudah Bisa Adzan

Shaun mengaku sangat bangga ketika dirinya sudah bisa melafalkan adzan dengan baik, terutama saat buah hatinya terlahir di dunia pada 1 Juli 2019 lalu.

Bahkan, Shaun sering mengajarkan adzan kepada putra sematawayangnya itu sembari mengendarai sepeda motor.

"Saya sudah lancar adzan, saya sudah adzan waktu anak saya lahir. Kadang-kadang naik sepeda motor sama anak, saya adzan," katanya.

Lantaran belum fasih melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an, Shaun mengaku terkadang dirinya masih gugup jika mengerjakan ibadah di masjid.

Namun, kekhawatiran itu harus dilawannya. Shaun rutin menunaikan ibadah shalat lima waktu di Musholla Nurul Iman yang tak jauh dari kediamannya.

Sebutnya, ayah satu anak ini lebih menyukai waktu subuh dianatra waktu-waktu lainnya, di waktu ini Shaun bisa bangun pagi dan merasa lebih segar.

Mendapat Dukungan Orang Tua Menikah dengan Bule

Shaun mengaku mendapat dukungan dari orang tuanya saat ia meminta izin ingin menikahi wanita asal Aceh.

Kata Shaun, ibunya mendukung apa saja yang dilakukan oleh putranya itu terutama jika telah menemukan kebahagiaan.

"Dia (mama) senang dan support saya menikah dengan orang Indonesia, jika itu kebahagiaan untuk saya, dia mendukung, mama saya orangnya terbuka pikiran," lanjut Shaun.

Dulunya, Shaun sempat ditawari ibunya ketika sudah berumah tangga agar menetap di Selandia Baru beserta istrinya.

Namun sayangnya, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Shaun.

Ia mengaku lebih menemukan makna hidup dan merasa bahagia menetap di Ujung Barat Indonesia ini.

Setelah menjelaskan hal tersebut, Ibu Shaun akhirnya mengerti dan merelakan buah hatinya tinggal di daerah Seutui, Banda Aceh.

"Di Setui saya punya banyak saudara (saudara dari istri), jadi kalau ada masalah banyak yang memberi dukungan, di sini aman, itu salah satu orang tua saya mengerti dan senang saya tinggal di sini," ucapnya lagi.

Begitu pula dengan orang tua Kiki Wulandari, istri Shaun ini mengaku tak terganjal restu orang tua saat meminta izin menikah dengan seorang bule.

Sebutnya, orang tua dari kedua belah pihak disebut memiliki pikiran yang terbuka. 

"Papa sendiri bilang nggak masalah asal dia (Shaun) baik, dan dia seiman," kata istri Shaun, Kiki Wulandari.

"Saya bilang juga kalau dia (Shaun) bertato, ayah tidak mempermasalahkannya, bahkan ayah menyebut itu masa lalunya. Di islam ini kalau dia udah mualaf, hitungannya mulai dari nol, jadi ya ayah juga dukung sih," lanjut Kiki mengulang percakapan dengan sang ayah kala itu.

Betah dan Berharap Menjemput Ajal di Aceh

Setelah menikah dengan Kiki Wulandari, Shaun kini resmi menginjak empat tahun berada di Bumi Serambi Mekkah ini.

Meski sempat khawatir tentang bagaimana respon masyarakat sekitar akan kehadirannya, namun Shaun kini sangat betah menetap di Aceh dan tak mau kembali lagi ke daerah asalnya.

Berdomisili di daerah Seutui yang berdepanan dengan bantaran Krueng Aceh, bahkan Shaun mengaku ingin menghabiskan sisa hidupnya di di Bumi Serambi Mekkah ini.

"Tidak, bahkan saya meninggal pun maunya di Aceh, di Indonesia, dimanapun itu, saya tidak mau pulang lagi, saya tidak pulang lagi pun tidak apa-apa, saya senang sekali tinggal di sini," kata Shaun.

Sebutnya, jika ada kesempatan ia justru lebih memilih pulang ke Pulau Nias atau ke Aceh Jaya, kedua daerah ini memiliki pulau dan ombak terbaik di dunia untuk surfing.

"Kalau ada kesempatan, saya pulangnya ingin ke pulau Nias, atau ke Aceh Jaya. Saya cinta Aceh Jaya di sana ombaknya terbaik di dunia. Di Aceh jaya mirip di Selandia Baru, mulai dari pemandangannya mirip, ada banyak kampung dan lebih jauh dari kota," pintanya sembari berharap suatu saat bisa tinggal di daerah tersebut.

Membuka Usaha Risol Panas

Lantaran situasi pandemi yang tidak bisa membuatnya balik ke Australia, Shaun dan istrinya akhirnya membuka usaha berjualan risol panas di daerah Seutui.

Usaha risol yang diberi nama Bang Bule Kitchen itu telah berjalan hampir setengah tahun lamanya.

Meski pendapatannya jauh berbeda saat bekerja di perusahaan tambang di Australia, kini Shaun mengaku lebih tenang dan bahagia ketika berjualan risol daripada harus kembali ke sana.

Serambi on TV berkunjung ke tempat usaha Shaun Leon Streeter di daerah Seutui Banda Aceh, Rabu (11/8/2021)
Serambi on TV berkunjung ke tempat usaha Shaun Leon Streeter di daerah Seutui Banda Aceh, Rabu (11/8/2021) (SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN)

Bahkan, jika suatu saat ada kesempatan kembali ke negeri kangguru itu mendapat panggilan kerja, Shaun menolaknya dan lebih memilih menetap di Aceh.

Ia pun berharap usaha risol panas yang dirintisnya kini dapat laris manis di pasaran.

Kedepannya, Shaun juga ingin membuka usaha di bidang penginapan, terutama homestay yang tak jauh dari pantai terutama di daerah Aceh Jaya dan Lhoknga, Aceh Besar. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

SUPPORT US Dukung admin untuk terus berkarya dan selalu membagikan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.
[Menyalin] kode AMP