Penyebab Kenaikan Harga Minyak Sawit

 Harga Minyak Goreng Sawit Mulai Mengkhawatirkan, Ini Musababnya

 Akhir-akhir ini terdapat dua komoditas pangan yang harganya mulai melonjak tajam, yakni komoditas minyak goreng sawit dan cabai. Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan, harga minyak goreng sawit di pasaran telah tembus hingga Rp 18.000 - Rp 19.000 per liter.

Bahkan Abdullah mengungkapkan harga minyak goreng ada yang sampai menyentuh Rp 20.000 per liter. "Minyak goreng ini tuh udah lama banget ya harganya udah berbulan-bulan catatan kami itu bisa 6 bulan di atas HET (harga eceran tertinggi). Sekarang lebih parah lagi harganya Rp 17.000 paling rendah sampai, bahkan ada Rp 20.000 di Jakarta,” katanya seperti dikutip Kontan.

Kondisi demikian menjadi bertolak belakang lantaran Harge Ecerean Terendah (HET) masih ditetapkan Rp 12.000 sampai Rp 13.000. “Jadi ini jauh di atas harga eceran tertinggi, ini persoalan tersendiri,"  katanya.

Sementara diungkapkan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, kenaikan harga minyak goring sawit dipicu melonjaknya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global.

Misalnya saja kata Oke, harga minyak sawit mentah (CPO) pada Minggu ke-4 Oktober 2021 meningkat sebesar 44,03% dibanding Oktober 2020 lalu, sebba itu Kemendag memprediksi harga minyak goreng sawit juga berpotensi terus terkerek kenaikan harga CPO di pasar dunia ini.

Selain dipicu kenaikan harga CPO di pasar global, kenaikan harga minyak goreng juga disokong meningkatnya permintaan bahan baku untuk biodiesel dalam rangka program B30. ”Kemudian, turunnya jumlah panen kelapa sawit di dalam negeri juga turut mendorong kenaikan harga bahan baku minyak goreng tersebut,” katanya.

Sebab itu guna mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng yang saat ini sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag, pemerintah berencana mensetop ekspor CPO atau ekspor minyak sawit mentah. Kemudian, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan pengusaha minyak goreng melalui surat dari Ditjen Perdagnagan Dalam Negeri Kemendag.

Dalam surat itu, Kemendag akan meminta agar seluruh produsen minyak goreng tetap menjaga pasokan dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan minyak goreng melalui penyediaan minyak goreng kemasan sederhana di pasar ritel dan pasar tradisional yang dijual sesuai HET.

Selanjutnya, Kemendag akan mendorong agar produsen yang memiliki lini industri kelapa sawit terintegrasi dari hulu ke hilir supaya menyediakan CPO dengan harga khusus untuk diproduksi jadi minyak goreng dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. (T2

SUPPORT US Dukung admin untuk terus berkarya dan selalu membagikan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.
[Menyalin] kode AMP